Second meeting with Sir Taufiq Effendy in speaking
class was talked about our dream city.
Hello, fellas! I’m gonna share my experience about
second meeting in speaking class with Mr. Taufiq. After I passed the first
meeting, I thought that the next meeting would be more exciting. And it was
true! On Thusrday morning, I printed out what I found from the internet: an
article with 1000 words about my dream city, Kediri. I really don’t know why I
chose that city. I went to campus at 7.15, my boarding house is beside campus
buildings, so I walked slowly. Was my fault, I didn’t check class group, it
informed that Sir Taufiq already came at 7.10 and I just knew at 7.25when I was
already in the balcon. So I knock the door and entered the class quicly.
Fortunately, just some people already in class with Sir Taufiq. They’re disscussing
their dream city while I entering the room. Then came my turn, Mr. Taufiq
asked me about my dream city.
“What’s your name?”
“Agustin Wahyuni.” I answered.
“What’s your dream city?”
“Kediri.”
Then loud laughter sounded. As I imagined.
They laughing to me because my dream city is too
simple. While the other students chose Paris, Birmingham, or Tokyo, why I just
expected KEDIRI as my dream city. Kediri is besides with Jombang actually, so I
just go there everytime I want. I understand why they laughed to me.
“’Why you choose Kediri? What’s happen? Sir Taufiq
also laughed.
“I don’t know, I just think that Kediri is good to
stay. There’re many people friendly there. And... I can’t dodge that I have
many memorable moments there.
Then laughter came to Sir Taufiq’s lip again.
“Oh, but, when you go there, your boyfriend is
already married.”
Some friends laughed. I laughed too. But, how can?
How can my boyfriend will already married if now I don’t have any boyfriend. I
just said that there are many memorable moments I have passed in Kediri. It
doesn’t mean I have boyfriend in Kediri, isn’t it?
Oh, ok, back to how the class runs.
After we disscussed about our dream city. Sir Taufiq
asked us to stand up by two lines. Then he instructed us to talk with someone
besided us about “what your weaknesses in speaking English” I got Cika as my partner speaking.
I told Cika that why speaking is difficult for me,
it was caused by three things, first, I don’t have many vocabularies. Second, I
less confidence when speak up in front of class or a crowded. Third, I less
knowledge.
Every I reading a novel, I always found vocabulary I
didn’t know, but if I still guessing, I didn’t try to find the translate in
dictionary. So, my vocabulary is still bad. I am sure that almost all people
feel nervous if they speak up in front of the class. And about knowledge, maybe
I should increase my reading to rise my
knowledge. But, hard to expanding
reading interest. So, I hope this semester will be nice to me to increase my
reading interest to make my speaking
better.
[Indonesian version]
Pertemuan kedua dengan Pak Taufiq Effendy di kelas speaking.
Halo teman-teman! Saya akan bercerita mengenai pengalaman saya tentang pertemuan kedua di kelas speaking bersama Pak Taufiq. Setelah saya bertemu beliau di pertemuan pertama, saya pikir pertemuan berikutnya akan lebih menarik. Dan itu benar! Pada pagi hari, saya mem-print apa yang saya dapat dari internet: artikel dengan 1000 kata tentang kota impian saya, Kediri. Saya benar-benar tidak tahu sebenarnya kenapa saya memilih kota itu. Saya pergi ke kampus pukul 7.15, kosan saya berada di sebelah kanan gedung kampus, jadi saya berjalan dengan santai. Adalah kesalahan saya, saya tidak membuka grup kelas yang menginformasikan bahwa PakTaufiq sudah datang sejak jam 7.10 dan saya baru membuka grup pada pukul 7.25 ketika saya sudah berada di balkon. Jadi saya mengetuk pintu dan membuka kelas dengan cepat. Untungnya hanya beberapa orang yang sudah berkelas dengan PakTaufiq. Mereka mendiskusikan kota impian mereka. Kemudian tibalah giliran saya, Pak Taufiq bertanya tentang kota impian saya.
"Siapa namamu?"
"Agustin Wahyuni." Saya menjawab.
"Apa kota impianmu?"
"Kediri."
Lalu tawa nyaring terdengar. Seperti yang saya bayangkan.
Mereka tertawa kepada saya karena kota impian saya sangat sederhana. Sementara siswa lain memilih Paris, Birmingham, atau Tokyo, sesimpel itu impian saya, saya hanya berharap KEDIRI sebagai kota impian. Kediri sangat berdekatan dengan Jombang, jadi saya bisa pergi ke sana setiap kali saya ingin. Saya mengerti mengapa mereka menertawakan saya.
“'Kenapa kamu memilih Kediri? Apa yang terjadi? Pak Taufiq juga tertawa.
“Saya tidak tahu, saya hanya memikirkan Kediri baik untuk tinggal. Ada banyak orang yang ramah di sana. Dan ... Saya tidak bisa mengelak bahwa saya memiliki banyak momen yang tak terlupakan di sana.
Kemudian tawa datang ke bibir Pak Taufiq lagi.
"Oh, tapi, kelak ketika kamu pergi ke sana lagi, pacarmu pasti sudah menikah."
Beberapa teman tertawa. Saya juga tertawa. Tapi bagaimana mungkin? Bagaimana pacarku akan menikah jika sekarang saja aku tidak punya pacar. Jhaaaaaaaaa.....
Saya hanya mengatakan bahwa ada banyak momen kenangan yang saya lewati di Kediri. Bukan berarti saya punya pacar di Kediri, bukan?
Oh, baiklah, kembali ke bagaimana kelas berjalan.
Setelah kami berdiskusi tentang kota impian kami. Sir Taufiq meminta kami berdiri dua baris. Kemudian dia menginstruksikan kami untuk berbicara dengan seseorang di sebelah kami tentang "apa kelemahan Anda dalam bahasa Inggris" Saya mendapat Cika sebagai mitra saya berbicara.
Saya memberi tahu Cika tentang kesulitan bagi saya, itu disebabkan oleh tiga hal, pertama, saya tidak punya banyak kata kosa. Kedua, saya kurang percaya diri saat berbicara di depan kelas atau keramaian. Ketiga, saya kurang pengetahuan.
Setiap saya membaca novel, saya selalu menemukan kata kosa yang tidak saya mengerti, tetapi jika saya masih menebak, saya tidak berusaha menemukan terjemahan dalam kamus. Jadi, kosa kata saya masih buruk. Saya yakin semua orang akan gugup jika mereka berbicara di depan kelas. Dan tentang pengetahuan, mungkin saya harus meningkatkan bacaan saya untuk meningkatkan pengetahuan saya. Tapi, minat baca memang sangat sulit berkembang. Jadi, saya berharap semester ini akan menyenangkan bagi saya untuk meningkatkan minat baca saya untuk membuat saya berbicara lebih baik.
Komentar
Posting Komentar